SATU-SATUNYA INFORMASI HARGA TELUR DARI BERBAGAI DAERAH TERLENGKAP DENGAN SUMBER YANG TERPERCAYA

DAFTARKAN NOMER HP ANDA KE SMS CENTER HARGA TELUR INDONESIA
CARANYA :
1. SILAHKAN DONASI Rp.50.000 ,-
Ke Rek BCA 0244156807 atas nama IKE SULISTYA NINGSIH
Untuk kami gunakan sebagai biaya operasional dan pengiriman informasi selama 1 bulan

2. Ketik DAFTAR kirim SMS/WA ke :
INFO CENTER HARGA TELUR INDONESIA
0822 3265 8851

KAMI AKAN MEMBERIKAN UPDATE INFORMASI HARGA TELUR BLITAR DAN BERBAGAI DAERAH SETIAP HARI KE HP ANDA

SELAMAT BERGABUNG DONATUR BARU INFO CENTER HARGA TELUR INDONESIA

07 MARET 2025 | AKHSAN ROSYIDI | MUHAMAD SYAHDAN | ZAELANI | JOSHUA LUKMAN | SOPIAN/AHMAD IVAN | SURYADI | UKEN SETIAWAN | AGUS PURNAMA | DIYA HIKMAH KADAR | BUDI SULISTIANTO JPR | HAMDAN HIMMAWAN | ARIF GUNAWAN | TRIYADI | MAULANA ALI SYAMSU | BAGUS ARDIYANTO | EVI KUMALASARI | DION AGUSTA | PUTU | NURUL WIDO BKSI | JACKSON IRAWAN | RESA AFRIANTO SMG | JOSEP HENDRYANTO | SETYO APRILIA | TAMRIN HAKIKI | LUBY / EKO SAPUTRA 2 | ABDUL WAKHID | RAFLI BDG | KIKI DAMAYANTI BDG | EKO SAPUTRA | AHMAD MULKAN | AHMAD KAFIB BWI |TABIIN HUDA | AHMAD ALI ARIFIN | ARIFIN | BAMBANG CILEGON | JEFRY DWI S | MAULANA FAHRIZAL | JAYA SUGANDA | HARTONO ALAM | MONALISA DEWI | SUTRISNO WIJAYA | DIAH JEPETI/INDAH WULANSARI | ALIM/HERMAN | DESTY RUMANDA | NOVITASARI | MUHAMAD TAUFIK | AHMAD JUMADIL | NIDZOM MUHAJIR | MULYONO | LIM HI KIA | DANA SUJATMIKO | MUJIANTO | HERMAN SYAH | NUGROHO YANTORA | SUANDI SINAGA | RENDI HASAN | MUTIARA SAGALA

INILAH BUKTI BAHWA INFORMASI KAMI BUKAN SEKEDAR INFORMASI
JANGAN PERNAH ANDA KETINGGALAN INFORMASI DARI KAMI


JADWAL UPDATE INFO DARI SERVER HARGA TELUR INDONESIA

08.00 - UPDATE HARGA TELUR BLITAR | 11.00 - UPDATE HARGA TELUR DAERAH | 12.00 - UPDATE HARGA TELUR BLITAR | 15.00 - UPDATE HARGA TELUR BLITAR


MENGAPA ANDA HARUS LANGSUNG MENDAPATKAN INFO DARI SERVER KAMI ?

KARENA INFO YANG ANDA DAPATKAN TIDAK MENJAMIN KEASLIANYA DAN KONTINUITASNYA
*JANGAN AMBIL RESIKO*
Tampilkan postingan dengan label Artikel pengunjung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel pengunjung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2015

SEKILAS PANDANG DUNIA PERUNGGASAN 2015

Saya mau menyampaikan sedikit informasi terkait perunggasan Indonesia yang disampakaian pada acara sarasehan nasional poultry indonesia, PPUN dan PINSAR di Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 11 februari 2015, Menurut data Potensi dan Produksi DOC FS Tahun 2013 – 2015 sebagai berikut:

Adapun upaya pengendalian tersebut adalah pengendalian terhadap kelebihan DOC FS dengan cara :
  1. Pengurangan produksi DOC FS melalui afkir dini PS
  2. Pengaturan import bibit DOC GGPS dan GPS yang disesuaikan dengan kebutuhan 
  3. Para pelaku usaha perunggasan ayam Ras melakukan usaha yang transparan untuk kepentingan usaha perunggasan ayam Ras secara keseluruhan.
  4. Pemerintah telah mengirim surat penerapan SNI bibit DOC sesuai dengan Permentan No. 42/Permentan/OT.140/3/2014 kepada semua pembibit GPS dan PS (Broiler dan Layer) dan dilakukan pengawasan langsung ke lapangan dengan melibatkan dinas terkait yang membidangi  fungsi  peternakan dan kesehatan hewan;
  5. Jumlah  pemasukan  bibit GPS + produksi dalam negeri  untuk tahun 2015  sekitar 665.000 ekor (D line/ famale line famale) dan telah disepakati alokasi  untuk masing-masing perusahaan pembibitan.
  6. Kementerian Perdagangan dengan melibatkan Kementerian Pertanian dan pelaku usaha ayam ras sedang memproses Peraturan Menteri Perdagangan tentang Penataan Keseimbangan Pasar Ayam Ras.

Ancaman Baru Perunggasan Indonesia
  1. Perdagangan bebas sesuai dengan WTO dan MEA. Masuknya produk luar negeri yang merambah pasar dalam negeri yang akan mengancam produk dalam negeri dan para peternak ayam Indonesia. Harga produk yang lebih murah karena tingkat efisiensi yang lebih tinggi dari negara-negara lainnya merupakan tantangan bagi para peternak untuk meningkatkan efisiensi.
  2. Kerjasama antara BRF SA dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
  • Importasi produk ayam dari Brasil benarkah akan mengancam keberlangsungan peternakan rakyat ? Kerjasama ini di dorong ke arah investasi produksi dan farming, bukan sekedar trading dan hanya memanfaatkan jaringan usaha PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
  • Perusahaan unggas tanah air di dorong untuk memiliki industri pengolahan dan industri antara, sehingga dapat bersaing dengan Brasil. 
  • Pendirian industri pengolahan dan industri antara tersebut  dapat memanfaatkan  jaringan usaha yang dimiliki oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., dan perusahaan lainnya untuk memanfaatkan bahan baku ayam domestik.
Solusi : 
  1. Negara / Pemerintah harus hadir untuk :
  •  menjaga keseimbangan supply-demand
  • mengatur tata niaga yang fair
  • melindungi pelaku usaha yang lemah (peternak kecil/mandiri)
  • memfasilitasi pelaku usaha yang kuat masuk pasar Luar negeri
  • membentengi pasar dalam negeri dari ancaman produk impor

      2. Pelaku usaha/Peternak Rakyat :
  • meningkatkan efisiensi usahao    meningkatkan kualitas produk
  • meningkatkan profesionalisme
  • mengadopsi updated-technology (housing, processing)
  • memperkuat jaringan usaha (hulu-hilir)    
  • mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah terkait perekonomian dalam negeri dan luar negeri

     3. Membangun kelembagaan  yang kokoh :
      - informasi / data yang fair, actual dan acurate (Business intelligent)
      - sinergi-koperasi pelaku usaha hulu-hilir (koperasi spirit corporasi

Penutup :

1.    Peran negara harus nyata untuk menjadikan rakyatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pasar dalam negeri terlindungi
2.    Peternak Rakyat harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemain bukan penonton di era pasar global
3.    Spirit kerjasama harus lebih dikembangkan dari pada spirit kompetisi (koperasi > kompetisi)

Artikel ini dikirim Oleh :
drh.Sabto Agung Kurniawan (Angkatan Gymnolaemata)

Anda bisa mengirimkan artikel tentang perunggasan atau bisnis perteluran ke harga.telur@gmail.com untuk kami publikasikan, selama tidak mengandung unsur SARA dan tidak merugikan pihak manapun.

Senin, 24 Februari 2014

TANTANGAN TERBESAR DALAM MENGHADAPI AFTA 2015 | Artikel pengunjung

Harus kita sikapi dengan serius dalam menghadapi AFTA 2015 bagi peternak kecil, dimana peternak kecil yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman akan cepat tergerus oleh perubahan zaman. Perkembangan teknologi yang semakin canggih, perubahan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa dan tingkat modernisasi negara-negara lain yang menggerus perubahan budaya indonesia yang semakin besar dengan adanya AFTA. Contohnya adalah narkoba yang sekarang mulai merambah di desa bukan lagi diperkotaan saja. 

AFTA 2015 ini akan membawa perubahan yang sangat cepat terhadap perubahan budaya indonesia, akan menghilangkan kultur budaya bangsa kita. dimana akan membawa budaya yang lebih kapitalis. Contoh bisa kita lihat sekarang ini, semua masyarakat di ukur dengan uang karena biaya hidup yang semakin mahal. Tidak ada rasa tolong menolong, toleransi, kekeluargaan dan gotong royong. Bahkan yang menyedihkan elit politik kita yang tidak ada yang dijadikan suri teladan bagi masyarakat kecil sebagai contoh yang baik. 

Sekarang ini bisa kita lihat di negara china, banyak produk-produk dari tirai bambu yang masuk ke negara kita, bahkan negara indiapun sudah mulai melirik pasar indonesia. Banyak investor asing (PMA) yang besar-besaran menginvestasikan di industri peternakan, dimana membawa perubahan cara budidaya peternakan ayam yang semakin canggih contoh close house dan kapasitas/populasi yang sangat besar. Ini merupakan ancaman terbesar bagi peternak kecil atau kita sebut peternak rakyat, yang kapasitas populasi kecil. Bagaimana ini merupakan ancaman terbesar bagi rakyat kecil bila tidak mempersiapkan pertarungan yang sangat besar di berbagai strategi diantaranyta adalah strategi pemasaran, budidaya dan efesiensi biaya produksi serta perubahan lingkungan/cuaca. Karena dengan adanya peternak besar, ini akan membawa perubahan yang begitu besar adanya kapitalis-kapitalis besar yang menguasai dunia peternakan. Misalnya persaingan efesiensi biaya produksi, pemasaran, kualitas dan kuantitas produksi, harga bahan baku dan perubahan cuaca. 

Peternak rakyat yang gagap teknologi, modal kecil dan tidak efesiensi produksi dan tidak efesiensi biaya pengeluaran akan tertinggal bahkan bangkrut karena tidak bisa menghadapi persaingan pasar bebas. Salah satu yang saya soroti misalnya posisi peternak kecil kalah dalam segi efesiensi produksi/budidayanya, jumlah produksinya. Sebagai contoh kalau saja peternak besar menjual produknya ke pasar becek/tradisional maka kehancuran bagi peternak kecil, ini akan menimbulkan harga pasaran rendah sedangkan biaya BEP peternak rakyat yang tidak efesiensi, ini akan membawa kerugian bagi peternak kecil yang tidak memperhatikan perubahan, tantangan dari setiap perkembangan zaman. Bagaimana kita menyikapinya? Apakah solusinya kita harus melakukan kemitraan dengan peternak besar, dimana semua sapronak dan harga jual sudah ditentukan dan ini sebenarnya kapitalis juga yang ingin memperkaya dan memperbesar usahanya yang semakin di monopoli. Peternak kecil sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bersambung....


By. Sabto Agung Kurniawan